top of page
Intidom Films Logo

PENCARIAN

Semua yang anda cari di Situs ini, ada disini

Menu :

Cari :

32 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Miya 2 — Ketika Naluri Keibuan Berubah Menjadi Kegilaan | Intidom Films

    Miya 2 — Ketika Naluri Keibuan Berubah Menjadi Kegilaan Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Magda Yuan, Riham Aulia Aktris/Talent : Film pendek Thriller Psikologis yang berjudul Miya 2 membawa penonton ke dalam dunia yang lebih kelam setelah Miya part 1. Setelah penculikan, korban (Miya) yang diperankan oleh Riham Aulia, kini menghadapi kenyataan hidup bersama sosok wanita yang terobsesi menjadi ibu yang diperankan oleh Magda Yuan , dan menganggap Miya sebagai bayinya sendiri. Latar Cerita & Tema Di Miya 2 , penonton kembali disuguhi dinamika antara pelaku dan korban, namun dengan lapisan yang lebih tebal, yaitu dominasi, identitas yang tercabut, dan obsesi keibuan yang berubah menjadi penjara batin. Wanita yang terobsesi akan menjadi ibu tak lagi hanya “menginginkan” ia menuntut kepatuhan, dan setiap penolakan berujung kekerasan. Film ini memperluas narasi sebelumnya dengan menyorot bagaimana korban tidak hanya menderita, tetapi juga terjebak dalam sistem kendali yang tak terlihat. Dengan durasi sekitar 10 menit, Miya 2 tetap mengusung gaya Intidom Films, lokasi terbatas, intensitas emosional tinggi, dan ketegangan yang muncul dari psikologi manusia, bukan efek horor konvensional. Makna di Balik Cerita “Miya 2” bukan hanya tentang penculikan atau penderitaan. Film ini mengajak penonton untuk memahami kompleksitas manusia, bagaimana trauma masa lalu bisa menumbuhkan kasih yang salah arah, dan bagaimana cinta bisa bertransformasi menjadi bentuk kendali dan menjadi penjara. Apa yang Membuat Sekuel Ini Layak Ditonton Karena Miya 2 tidak sekadar mengulang formula: ia memperdalam konflik antara keinginan menjadi ibu dan dominasi terhadap tubuh & identitas orang lain. Karena film ini menampilkan kekerasan psikologis yang halus tetapi mematikan : penghilangan identitas, penguasaan, dan takdir yang terlarang. Karena Intidom Films sekali lagi membuktikan bahwa ketegangan tidak harus bergantung pada darah atau teriakan , tetapi bisa dihasilkan oleh tempat sunyi, pilihan kata sedikit, dan tekanan emosional yang mencekam. Miya 2 adalah bukti bahwa film pendek dapat menjadi medium yang efektif untuk mengeksplorasi trauma, obsesi, dan keinginan manusia yang terkendali. Dengan durasi yang singkat namun dampak yang panjang, film ini menuntut penonton untuk tidak hanya menonton, tetapi merasakan . Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/68ee2961bf5478154320b5b2/miya-kisah-obsesif-cinta-ibu-di-ujung-kelam https://medium.com/@intidomfilms/miya-2-when-motherly-love-turns-into-a-trap-b62805427ffa Previous Next Sunday, October 26, 2025

  • Jelita Zahra | Intidom Films

    Jelita Zahra Wibisono, (lahir di Balikpapan, 10 Agustus 2007) adalah seorang Aktris/Talent dan konten kreator asal Indonesia. Ia dikenal melalui perannya dalam berbagai film pendek bergenre thriller intimidasi dan dominasi yang ditayangkan di kanal YouTube Intidom Films. Gaya aktingnya yang khas, dengan ekspresi tajam, keras, dan intens, membuatnya menonjol di kalangan penikmat film pendek independen. AKTRIS / TALENT Disini adalah Biography Aktris/Talent Intidom Films Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jelita Zahra Jelita Zahra Wibisono, (lahir di Balikpapan, 10 Agustus 2007) adalah seorang Aktris/Talent asal Indonesia. Ia dikenal melalui perannya dalam berbagai film pendek bergenre thriller intimidasi dan dominasi yang ditayangkan di kanal YouTube Intidom Films. Gaya aktingnya yang khas, dengan ekspresi tajam, keras, dan intens, membuatnya menonjol di kalangan penikmat film pendek independen. Karier Jelita mulai aktif di dunia hiburan sejak tahun 2024, dengan judul Film "Makanlah, Bella..!!" Setelah itu, ia terus terlibat dalam pembuatan film-film pendek bergenre thriller, dominasi, dan intimidasi, yang menjadi ciri khas kanal Intidom Films. Melalui karakter yang diperankannya, Jelita berhasil menghadirkan nuansa tegang dan penuh emosi yang menarik perhatian penonton. Gaya Akting Ciri khas akting Jelita adalah: Ekspresi wajah yang tajam dan emosional. Membawakan karakter dengan intensitas tinggi. Berani mengeksplorasi peran dengan nuansa "keras" dan "gila". Sering memerankan tokoh yang berada dalam situasi ekstrem. Snapshot Profil Lain: Magda Yuan Jihaan Aziizah

  • Memiliki Viola 4 - Satu Korban Diperebutkan Dua Wanita Psikopat | Intidom Films

    Memiliki Viola 4 - Satu Korban Diperebutkan Dua Wanita Psikopat Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jelita Zahra, Magda Yuan, Jihaan Aziizah Aktris/Talent : Film ini membawa hubungan antara dua wanita psikopat, Elva dan Talia, ke titik paling brutal dalam perebutan mereka terhadap satu korban bernama Viola. Sinopsis Elva (diperankan oleh Magda Yuan ) dan Talia (diperankan oleh Jelita Zahra) adalah dua wanita dengan obsesi yang sama, keduanya ingin memiliki Viola (diperankan oleh Jihaan Aziizah ). Namun cara mereka menunjukkan “cinta” sangat berbeda, dan sama-sama berbahaya. Elva terobsesi menjadikan Viola sebagai kucing peliharaan, sementara Talia memperlakukan Viola layaknya bayi miliknya sendiri. Konflik yang bermula dari obsesi itu memuncak ketika Elva akhirnya mengetahui bahwa Talia-lah yang selama ini merebut Viola darinya. Pertengkaran hebat pun tak terhindarkan. Dua wanita gila itu saling menyerang demi memperebutkan siapa yang paling pantas “memiliki” Viola. Ironisnya, di tengah pertarungan itu, Viola sebenarnya punya kesempatan untuk melarikan diri, namun rasa takut yang begitu kuat membuatnya tetap terperangkap. Ia hanya bisa menyaksikan dua penculiknya bertarung, sambil berharap segalanya segera berakhir. Ketika pertarungan usai, keputusan mengejutkan terjadi, Elva dan Talia memutuskan untuk hidup bersama, memelihara Viola sesuai obsesi mereka masing-masing. Elva tetap memperlakukan Viola sebagai hewan peliharaan, sementara Talia menjadikannya bayi yang harus selalu bergantung padanya. Namun kebersamaan itu tidak bertahan lama. Rasa memiliki yang berlebihan membuat Talia tak tahan terlalu lama untuk berbagi. Dalam keheningan rumah yang mereka tinggali bersama, Talia akhirnya memutuskan satu hal, Elva harus mati, agar Viola menjadi miliknya sepenuhnya. Mengapa Layak Ditonton Konflik Unik: Jarang ada film thriller yang berfokus pada dua wanita psikopat dengan obsesi berbeda terhadap satu korban. Eksperimen Psikologis: Film ini menantang persepsi penonton tentang kasih sayang, kepemilikan, dan batas kemanusiaan. Kualitas Akting: Kolaborasi antara Magda Yuan dan Jelita Zahra menghadirkan chemistry yang kuat, intens, dan realistis. Karya Asli Indonesia: Dibuat oleh rumah produksi independen Intidom Films , film ini membuktikan bahwa film pendek lokal bisa tampil berani dan orisinal di genre thriller psikologis. Gaya Cerita yang Khas Memiliki Viola 4, tetap mempertahankan gaya khas Intidom Films : Lokasi terbatas, namun intensitas tinggi. Fokus pada ekspresi dan atmosfer. Penyutradaraan yang menonjolkan ketegangan psikologis daripada kekerasan fisik. Dengan konsep minimalis ini, film terasa seperti “drama ruang tertutup” yang sagat terisolasi. Setiap tatapan dan gerak karakter membawa rasa emosional yang membuat penonton seperti ikut merasakan. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/6918e82434777c74ee1aa7c2/memiliki-viola-4-duel-obsesif-dua-wanita-psikopat-berebut-satu-korban https://medium.com/@intidomfilms/memiliki-viola-4-a-psychological-battle-between-two-obsessed-women-ab508eb051a8 Previous Next Friday, October 31, 2025

  • Magda Yuan | Intidom Films

    Magda Yuan Tanti Kalistya, (lahir di Balikpapan, 26 November 2007) adalah Aktris/Talent dan Penari asal Indonesia yang dikenal melalui perannya dalam berbagai film pendek bergenre thriller intimidasi dan dominasi yang tayang di kanal YouTube Intidom Films. Gaya aktingnya yang khas, perpaduan ekspresi lembut, keibuan, namun menyimpan sisi psikopat yang intens, membuatnya menonjol di kalangan penikmat film pendek independen. AKTRIS / TALENT Disini adalah Biography Aktris/Talent Intidom Films Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Magda Yuan Magda Yuan Tanti Kalistya , (lahir di Balikpapan, 26 November 2007) adalah Aktris/Talent dan Penari asal Indonesia yang dikenal melalui perannya dalam berbagai film pendek bergenre thriller intimidasi dan dominasi yang tayang di kanal YouTube Intidom Films. Gaya aktingnya yang khas, perpaduan ekspresi lembut, keibuan, namun menyimpan sisi psikopat yang intens, membuatnya menonjol di kalangan penikmat film pendek independen. Karier Magda Yuan mulai aktif syuting sejak tahun 2024, dengan Judul Film, "Makanlah, Bella..!!" Setelah itu, ia banyak terlibat dalam pembuatan film-film pendek bergenre thriller, dominasi, dan intimidasi lainnya yang menjadi ciri khas Intidom Films. Melalui peran-perannya, Magda berhasil menghadirkan karakter psikopat yang menyiksa korbannya dengan kelembutan, menghadirkan kesan yang mengganggu namun memikat penonton. Sebelum terjun ke dunia akting, Magda Yuan sudah memiliki bakat seni sejak kecil. Ia aktif di dunia tari sejak duduk di bangku kelas 3 SD (sekitar tahun 2017), khususnya dalam seni tari Jawa. Gaya Acting Ciri khas akting Magda Yuan antara lain: Ekspresi wajah yang lembut dan keibuan. Membawakan karakter yang menyiksa korbannya dengan kelembutan, sehingga merusak mental korban secara perlahan. Berani mengeksplorasi peran dengan nuansa "lembut" namun sedikit "gila". Sering memerankan tokoh yang berada dalam situasi yang membingungkan dan penuh ketegangan. Snapshot Profil Lain: Jihaan Aziizah Jelita Zahra

  • Memiliki Viola 6 - Kisah Paling Gelap dari Obsesi Keibuan Talia | Intidom Films

    Memiliki Viola 6 - Kisah Paling Gelap dari Obsesi Keibuan Talia Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jelita Zahra, Jihaan Aziizah Aktris/Talent : Intidom Films kembali menghadirkan film terbaru dalam seri psikologis paling intens di kanal kami: “Memiliki Viola 6.” Dibintangi oleh Jelita Zahra sebagai Talia dan Jihaan Aziizah sebagai Viola, film ini melanjutkan kisah kelam penuh dominasi, manipulasi, serta obsesi keibuan yang semakin ekstrem. Sinopsis Melanjutkan langsung dari akhir “Memiliki Viola Part 5,” film ini membuka babak baru yang lebih intens, penuh kontrol, dan menyesakkan. Setelah memukul Viola karena tidak menangis seperti bayi sebelum makan, Talia akhirnya mendengar tangisan yang ia tunggu-tunggu. Bagi Talia, tangisan itu bukan sekadar ekspresi kesakitan, tapi pemicu yang membuat sisi keibuannya muncul dengan kuat. Dalam pandangan Talia, Viola hanyalah seorang bayi, dan bayi harus menangis untuk mendapatkan apa pun. Setelah menyuapi Viola makanan bayi hingga habis tak tersisa, Talia kembali menjatuhkan hukuman karena Viola sebelumnya tidak menangis sebelum makan. Rutinitas keras ini menjadi bagian dari keseharian dunia yang harus Viola jalani selama masa penculikan dan penyekapan. Setiap hari, Viola dipaksa untuk bersikap, berpikir, dan hidup sepenuhnya sebagai “bayi” sesuai doktrin yang Talia tanamkan. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Tidak ada ruang untuk protes. Setiap kali Viola melanggar aturan, entah cara duduk, cara makan, atau ekspresi yang tidak sesuai dengan “bayi” versi Talia, hukuman tegas langsung diberikan tanpa kompromi. Namun ironisnya, setelah setiap hukuman, sisi lembut Talia justru muncul. Ia memeluk Viola, menenangkannya, dan bahkan menyusui Viola sambil menggenggamnya erat di dadanya. Dalam dekapan penuh obsesi itu, Viola menyusu dengan lahap hingga akhirnya tertidur pulas, seperti bayi yang kelelahan setelah kenyang. Mengapa Layak Untuk Ditonton? 1. Emosi yang Intens dan Berlapis Film ini bukan hanya tentang kekerasan psikologis, tetapi tentang ketergantungan, obsesi, dan cinta yang disalahartikan. Setiap adegan dirancang untuk membuat penonton ikut merasakan dilema batin Viola dan “keibuan” Talia yang menyesatkan. 2. Akting Mendalam dari Dua Aktris Utama Jelita Zahra (Talia) menampilkan performa yang kuat, menggabungkan sisi keibuan, manipulatif, dan sadistik dalam satu karakter. Sedangkan Jihaan Aziizah (Viola) memberikan ekspresi kepasrahan dan ketakutan yang sangat hidup, membuat penonton tenggelam dalam penderitaannya. 3. Lokasi Minimalis, Atmosfer Maksimal Dengan satu lokasi kamar sebagai pusat cerita, film ini menekankan suasana claustrophobic yang menjerat, meningkatkan ketegangan dari detik ke detik. 4. Khas Intidom Films: Psikologis, Gelap, dan Sunyi Film ini membawa ciri khas Intidom Films: eksplorasi relasi dominasi dan kekuasaan, intensitas emosional, dan keberanian mengangkat tema ekstrem yang jarang disentuh film pendek lokal. Fakta Menarik Produksi “Memiliki Viola 6” menggunakan satu lokasi tertutup untuk menjaga fokus pada psikologi karakter. Adegan-adegan emosional direkam secara berurutan agar rasa lelah dan stres karakter terasa nyata. Film ini adalah salah satu seri tersuram dari franchise “Memiliki Viola.” Kesimpulan Ritme penuh kekerasan, kasih palsu, dan dominasi total ini menjadi inti emosional dari “Memiliki Viola 6.” Bagi Talia, ini adalah bentuk cinta. Bagi Viola, ini adalah penjara tak berujung. Dengan atmosfer penuh tekanan, emosi intens, dan akting mendalam dari Jelita Zahra dan Jihaan Aziizah, film ini menjadi salah satu karya paling gelap yang pernah dirilis oleh Intidom Films. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : Previous Next Saturday, November 15, 2025

  • Producer | Intidom Films

    Eka Sona Saputra, Lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 17 Agustus 1987. Ia dikenal sebagai produser sekaligus sutradara di kanal YouTube Intidom Films, sebuah kanal yang berfokus pada produksi film pendek dengan genre thriller, intimidasi, dominasi, dan obsesi. Eka Sona menunjukkan minat yang kuat pada dunia film, terutama cerita-cerita bernuansa psikologis yang menegangkan. Mengekplorasi tema hubungan antar karakter yang rumit, kegilaan psikopat, serta ketegangan dalam ruang terbatas. PRODUCER Disini adalah kumpulan-kumpulan berita tentang semua yang ada pada Intidom Films Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita EKA SONA Eka Sona , atau nama lengkapnya Eka Sona Saputra , lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 17 Agustus 1987. Ia dikenal sebagai produser sekaligus sutradara di kanal YouTube Intidom Films, sebuah kanal yang berfokus pada produksi film pendek dengan genre thriller, intimidasi, dan dominasi. Sejak awal berkarya, Eka Sona menunjukkan minat yang kuat pada dunia film, terutama cerita-cerita bernuansa psikologis yang menegangkan. Ia banyak mengekplorasi tema hubungan antar karakter yang rumit, kegilaan psikopat, serta ketegangan dalam ruang terbatas. Dengan gaya khasnya, film-film Eka Sona menghadirkan atmosfer mencekam, intens, dan mampu membuat penonton merasakan ketidaknyamanan psikologis yang disengaja sebagai bagian dari pengalaman sinematik. Selain aktif di dunia perfilman, Eka Sona juga seorang pencipta lagu. Ia menyalurkan kreativitas musiknya melalui kanal YouTube ESS Productions, tempat ia mempublikasikan karya-karya orisinalnya. Bagi Eka Sona, musik adalah ekspresi emosional yang tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga dapat menjadi pendukung kuat dalam membangun suasana di film-film yang ia buat. Dengan kombinasi bakatnya di bidang film dan musik, Eka Sona terus mengembangkan dirinya sebagai seniman independen yang berfokus pada karya orisinal. Ia berharap karya-karyanya dapat memberikan pengalaman berbeda bagi penonton, sekaligus membuka ruang lebih luas untuk perfilman indie di Indonesia, khususnya di ranah thriller psikologis.

  • Memiliki Viola 3 - Kasih yang Menyakitkan | Intidom Films

    Memiliki Viola 3 - Kasih yang Menyakitkan Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jelita Zahra, Jihaan Aziizah, Magda Yuan Aktris/Talent : Setelah keberhasilan dua film sebelumnya, Intidom Films kembali melanjutkan kisah kelam antara obsesi, kasih, dan kekuasaan dalam film terbaru berjudul Memiliki Viola 3 . Film ini merupakan babak lanjutan dari Memiliki Viola 2 , dan membawa penonton masuk lebih dalam ke sisi tergelap hubungan antara pelaku dan korban yang terikat oleh obsesi yang semakin rumit, di mana kasih sayang dan obsesi saling bercampur hingga sulit dibedakan. Sinopsis Sudah satu bulan berlalu sejak Viola (diperankan oleh Jihaan Aziizah ) menghilang secara misterius. Elva (diperankan oleh Magda Yuan ) kini hidup dalam kegelisahan dan rasa bersalah, merindukan sosok yang selama ini ia “pelihara”, tanpa menyadari bahwa Viola kini berada di tangan orang lain. Namun penculik baru itu ternyata bukanlah orang asing. Sosok yang membawa Viola ternyata adalah Talia (diperankan oleh Jelita Zahra ), sahabat Elva sendiri. Berbeda dengan Elva yang memperlakukan Viola layaknya kucing peliharaan, Talia justru memperlakukan Viola sebagai bayinya sendiri . Ia menuntut kepatuhan total, memaksa Viola hidup mengikuti “aturan bayi” ciptaannya. Sayangnya, di balik sebutan “ibu”, Talia memiliki sisi yang jauh lebih keras. Ia sering bertindak kasar, bahkan lebih kejam dari Elva. Rasa sayangnya bukanlah kelembutan, melainkan bentuk obsesi dan kendali yang menyakitkan. Kasih sayang berubah menjadi kekuasaan. Dan bagi Viola, tak ada tempat yang benar-benar aman untuk melarikan diri. Fakta Produksi “Memiliki Viola 3 ” menjadi salah satu produksi paling emosional dari Intidom Films, dengan intensitas akting yang lebih dalam dan atmosfer psikologis yang lebih kelam dibanding dua film sebelumnya. Yang menarik, film ini juga merupakan hasil penggabungan dua cerita dari film Intidom Films sebelumnya, yaitu "Makanlah, Bella..!!" dan "Miya .", yaitu: Makanlah, Bella..!! , yang menampilkan kisah korban yang diperlakukan layaknya hewan peliharaan , dan Miya , yang menceritakan korban yang diperlakukan seperti bayi oleh penculiknya. Kedua konsep itu kini dilebur menjadi satu narasi baru yang berpusat pada karakter Viola, memperlihatkan bagaimana dua bentuk obsesi, hewan peliharaan dan bayi, bertemu dalam satu alur yang saling bertabrakan. Kolaborasi ini menjadi langkah kreatif Intidom Films dalam memperluas produksi cerita dan menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih kompleks secara psikologis. Dengan arahan khas Intidom Films yang menonjolkan lokasi terbatas, ketegangan psikologis, dan permainan emosi intens antar karakter, “Memiliki Viola 3” menjadi titik temu dari tiga unsur berbeda yang berpadu menjadi satu kisah kelam tentang cinta, kepemilikan, dan kendali. Meski tetap mengusung gaya minimalis khas Intidom Films, cerita kali ini lebih berlapis, menggambarkan bagaimana obsesi bisa menyamar sebagai kasih, dan bagaimana cinta bisa menjadi bentuk lain dari penyiksaan. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/6917df8ac925c4360e6f8992/memiliki-viola-3-kasih-yang-membelenggu-viola https://medium.com/@intidomfilms/memiliki-viola-when-affection-turns-into-control-viola-faces-a-new-nightmare-ce006d3a495f Previous Next Wednesday, October 29, 2025

  • Di Tengah Dua Saudari — Awal Dari Obsesi Baru Dua Wanita Psikopat | Intidom Films

    Di Tengah Dua Saudari — Awal Dari Obsesi Baru Dua Wanita Psikopat Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Magda Yuan, Jelita Zahra, Jihaan Aziizah Aktris/Talent : Intidom Films kembali meluncurkan film pendek thriller psikologis terbaru berjudul Di Tengah Dua Saudari , dibintangi oleh Magda Yuan , Jelita Zahra , dan Jihaan Aziizah . Film ini menampilkan kisah yang penuh ketegangan emosional, konflik antara dua kakak beradik psikopat, dan munculnya korban baru di tengah amarah dan obsesi yang tak terkendali. Sinopsis Singkat Di Tengah Dua Saudari menceritakan tentang seorang gadis bernama Lana (diperankan oleh Jihaan Aziizah) yang sedang murung sendirian di sebuah taman yang sepi. Tanpa disadari, taman itu juga menjadi tempat dua kakak beradik psikopat, Nola (Magda Yuan) dan Ezra (Jelita Zahra), sedang bertengkar hebat. Keduanya berselisih karena korban obsesi mereka sebelumnya telah tewas akibat kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh sang kakak, Ezra. Nola, sang adik yang tidak ingin korbannya mati, marah besar dan menyalahkan kakaknya atas kegagalan mereka “mempertahankan” korban tersebut. Di tengah pertengkaran itu, pandangan mereka jatuh pada Lana, gadis polos yang terlihat rapuh dan sendirian. Bagi dua wanita berbahaya ini, Lana akan menjadi target baru, pengganti sempurna bagi korban lama mereka. Dari sinilah kisah obsesi baru dimulai. Gaya Cerita dan Produksi Film ini tetap menghadirkan gaya khas Intidom Films : Cerita padat dalam durasi singkat , namun penuh intensitas dan ketegangan psikologis. Lokasi sederhana namun sinematik , mengambil latar taman terbuka yang jarang digunakan dalam film-film Intidom sebelumnya. Konflik karakter yang kuat , menggambarkan dua sisi psikopat kakak-beradik, satu agresif dan kejam, satu lebih lembut namun sama berbahayanya. Mengapa Layak Ditonton Akting emosional dan intens dari Magda Yuan dan Jelita Zahra sebagai dua wanita psikopat yang saling bertolak belakang namun saling terikat oleh obsesi yang sama. Tema psikologis yang gelap dan unik , tentang kehilangan, kemarahan, dan pencarian pengganti dari korban obsesi yang hilang. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/6919392ac925c41f1f362cf2/di-tengah-dua-saudari-ketika-kakak-beradik-psikopat-mencari-mangsa-baru https://medium.com/@intidomfilms/the-old-victim-is-dead-two-psychopathic-sisters-begin-their-hunt-for-a-new-one-faf9173550aa Previous Next Sunday, November 2, 2025

  • Profil | Intidom Films

    🎬 Intidom Films adalah channel film pendek independen asal Indonesia yang berfokus pada genre thriller psikologis. Kami menghadirkan cerita penuh intimidasi, dominasi, dan obsesi, yang dikemas dalam film berdurasi singkat namun intens. Film-film kami dibuat dengan lokasi terbatas dan pemain minimalis, tetapi selalu menekankan pada suasana tegang, mencekam, dan emosional. PROFIL Disini adalah kumpulan-kumpulan berita tentang semua yang ada pada Intidom Films Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Tentang Intidom Films 🎬 Intidom Films adalah channel film pendek independen asal Indonesia yang berfokus pada genre thriller psikologis. Nama Intidom merupakan singkatan dari Intimidasi dan Dominasi, dua konsep yang menjadi fondasi utama dalam setiap karya kami. Kami menghadirkan cerita yang sarat dengan intimidasi, dominasi, dan obsesi, dikemas dalam film berdurasi singkat namun intens. Dengan lokasi yang terbatas dan pemain minimalis, setiap film kami menekankan pada suasana tegang, mencekam, dan emosional, menciptakan pengalaman menonton yang mendalam. Berbeda dari kebanyakan film thriller yang menyoroti penderitaan korban, Intidom Films justru mengajak penonton masuk ke dalam pikiran pelaku, menyingkap obsesi, logika, dan distorsi emosional yang membuat mereka merasa berhak mengendalikan orang lain. Setiap karya kami menelusuri sisi tergelap dari obsesi manusia. Kami menghadirkan dinamika antara pengendali dan yang dikendalikan, menghadirkan ketegangan yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dirasakan secara batin, di mana penonton seolah ikut mengalami bagaimana rasanya mengendalikan atau dikendalikan. 🔥Kesimpulan Kisah-kisah yang kami produksi berdiri di titik di mana logika mulai retak dan empati berubah bentuk. Kami tidak hanya bercerita tentang korban, tetapi lebih jauh tentang mereka yang menciptakan penderitaan, tentang bagaimana kasih dapat berubah menjadi kendali, dan perhatian menjadi penjara. Setiap film kami menelusuri batin seorang psikopat: kesepian mereka, imajinasi mereka, dan keinginan mereka untuk memiliki korban sepenuhnya. Kami tidak membenarkan mereka, kami mengamati mereka. Karena di balik setiap dominasi, selalu ada ketakutan akan kehilangan, dan di balik setiap intimidasi, terdapat kerinduan untuk dicintai. 🎯 Visi Intidom Films Menjadi rumah produksi film pendek thriller psikologis yang dikenal dengan karya orisinal, menegangkan, dan berkesan, serta mampu membawa genre thriller Indonesia ke kancah nasional dan internasional. Kami juga berkomitmen menjadi rumah produksi film yang dikenal karena perspektif uniknya, melihat dunia melalui mata psikopat. 🛠️ Misi Intidom Films Menciptakan karya film orisinal yang berfokus pada genre thriller psikologis, dengan tema intimidasi, dominasi, dan obsesi sebagai inti setiap cerita. Menggali dunia batin dan obsesi emosional pelaku, bukan sekadar penderitaan korban. Mengembangkan talenta lokal dengan memberikan kesempatan bagi aktris dan kru untuk menyelami karakter ekstrem secara mendalam. Menghadirkan pengalaman menonton yang intens melalui cerita minimalis, lokasi terbatas, namun penuh ketegangan. Mengangkat tema-tema psikologis yang relevan agar penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga berpikir dan merasakan.

  • Mengapa Intidom Films Tidak Menampilkan Pemeran Pria? Ini Alasan Resmi di Baliknya | Intidom Films

    Mengapa Intidom Films Tidak Menampilkan Pemeran Pria? Ini Alasan Resmi di Baliknya Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jihaan Aziizah, Magda Yuan, Jelita Zahra Aktris/Talent : Sebagai rumah produksi independen yang berfokus pada film pendek thriller psikologis, Intidom Films telah menarik perhatian publik karena karakteristik karyanya yang unik: semua pemerannya adalah perempuan. Para Aktris/Talent inti seperti Jelita Zahra , Magda Yuan , dan Jihaan Aziizah telah menjadi wajah utama di setiap proyek, sehingga penonton mulai merasa familiar dengan atmosfer yang dihadirkan, penuh intimidasi, dominasi, dan obsesi, namun tetap berfokus pada emosi dan kedalaman karakter. Ditambah lagi ada beberapa Aktris/Talent tambahan seperti Renata Ocha, Riham Aulia, Irma Serena, serta Kameliya Pebriana, yang semuanya adalah perempuan. Namun, seiring meningkatnya antusiasme penonton, muncul pertanyaan yang cukup sering ditanyakan: “Kenapa Intidom Films tidak menampilkan pemeran pria?” Bahkan, tak sedikit penonton yang menebak-nebak, hingga muncul anggapan bahwa para Aktris/Talent Intidom Films mungkin hanya menyukai sesama jenis/Lesbian. Tentu saja anggapan ini tidak benar . Sang produser, Eka Sona , memberikan penjelasan resmi: Ada alasan mendasar mengapa Intidom Films memilih tidak menghadirkan Aktor/Talent pria dalam film-filmnya. Berikut pemaparan lengkapnya. 1. Menghindari Risiko Cinta Lokasi (Cinlok) Salah satu pertimbangan terbesar adalah menjaga lingkungan kerja yang harmonis dan profesional untuk para Aktris/Talent. di dunia produksi film, cinta lokasi bukanlah hal baru. Seringkali, kedekatan antar pemeran selama proses syuting dapat menimbulkan rasa suka yang berkembang menjadi hubungan pribadi. Meski terlihat sepele, hal ini berpotensi menimbulkan banyak masalah serius dalam jangka panjang: Konflik personal yang terbawa ke lokasi syuting Kecanggungan saat hubungan berakhir Kecemburuan di antara pemain lain Gangguan fokus saat bekerja Ketidakharmonisan yang mempengaruhi kualitas produksi Contoh kasus yang umum terjadi di industri film: Dua pemeran utama terlibat hubungan pribadi. Saat hubungannya berjalan baik, suasana syuting terasa lancar. Namun ketika hubungan itu kandas, keduanya menjadi canggung saat harus beradegan bersama. Bahkan, ada yang menolak saling berinteraksi, sehingga mempengaruhi jadwal syuting, perubahan naskah mendadak, hingga membuat seluruh produksi terbengkalai. Dalam skala kecil seperti Intidom Films yang memiliki tim dan Aktris/Talent terbatas, situasi seperti ini dapat menjadi gangguan besar. Hubungan internal yang rusak bisa membuat performa dan komunikasi menurun drastis. Maka, demi menjaga kekompakan dan profesionalitas, Intidom Films memilih untuk tidak menghadirkan talent pria, guna meminimalisir risiko drama personal yang dapat mempengaruhi pekerjaan. 2. Demi Keamanan dan Kenyamanan Para Aktris / Talent Film-film produksi Intidom Films selalu menampilkan tema yang kuat dan intens. Adegan-adegan yang sering muncul seperti: Memeluk Merangkul Menggendong Bahkan, adegan berbaring bersama dalam konteks penyiksaan psikologis Semua adegan tersebut, meski tidak eksplisit secara seksual, tetap melibatkan kontak fisik yang cukup dekat . Ketika dilakukan antar sesama perempuan, sebagian besar pemain dapat merasa lebih nyaman karena suasana dan pendekatannya cenderung aman serta tidak menimbulkan rasa canggung yang tidak perlu. Namun, jika ada pemeran pria dalam skenario seperti ini, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi: Pemeran pria merasa “aji mumpung” karena bisa menyentuh talent perempuan Rasa tidak nyaman di pihak aktris Adanya potensi tindakan tidak pantas Penyalahgunaan peran demi keuntungan pribadi Terjadi batasan pribadi yang dilanggar Dalam kondisi tertentu, bisa saja seorang aktor pria merasa “diuntungkan” oleh adegan fisik tersebut. Meski belum tentu terjadi, risiko ini tetap ada dan menjadi perhatian serius pihak produksi. Intidom Films menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan para Aktris/Talent adalah prioritas utama. Dengan hanya menghadirkan perempuan sebagai pemeran, para Aktris dapat bermain dengan lebih bebas, aman, dan profesional tanpa khawatir akan adanya tindakan mencurigakan atau perilaku yang melampaui batas. Prioritas Utama: Lingkungan Kerja yang Sehat Dengan Tim dan Aktris/Talent yang semuanya perempuan, Intidom Films mampu menjaga: Lingkungan kerja yang kondusif Proses kreatif yang fokus Suasana produksi yang aman Komunikasi yang lebih terbuka Kenyamanan antar pemain Hasilnya, setiap aktris dapat memainkan emosinya dengan lepas, tanpa rasa tertekan atau khawatir akan sesuatu yang tidak diinginkan. Produksi pun berjalan lebih efisien dan harmonis. Bukan Masalah Preferensi Seksual Sangat penting untuk diluruskan: Keputusan ini bukan karena para pemain Intidom Films menyukai sesama jenis , seperti yang sering dispekulasikan. Intidom Films memilih jalur produksi seperti ini semata-mata demi: Kepentingan profesional Keamanan Konsistensi tema Efisiensi kerja Kelancaran produksi Bukan karena alasan preferensi atau orientasi seksual. Ciri Khas yang Ingin Dipertahankan Selain alasan-alasan di atas, pemilihan semua pemeran perempuan juga menjadi identitas kuat Intidom Films . Hal ini menciptakan: Atmosfer unik Narasi psikologis yang lebih dalam Kedekatan emosi antar karakter Sentuhan artistik yang berbeda dari film thriller lainnya Karya-karya Intidom Films ingin menonjolkan bagaimana hubungan antar perempuan dapat menjadi sangat kompleks, intens, dan penuh dinamika, tanpa perlu melibatkan laki-laki sebagai pemicu konflik. Dan sampai saat ini, pendekatan tersebut berhasil memikat banyak penonton. KESIMPULAN Keputusan Intidom Films untuk tidak menampilkan pemeran pria dilakukan bukan tanpa alasan. Ada pertimbangan yang jelas dan diperhitungkan: Menghindari cinta lokasi yang bisa merusak hubungan internal Menjaga kenyamanan dan keamanan Aktris, terutama dalam adegan kontak fisik Mempertahankan atmosfer dan gaya khas Intidom Films Semua ini dilakukan demi menciptakan ruang berkarya yang aman, profesional, dan penuh fokus bagi tim serta para talent. Intidom Films tetap terbuka untuk berkembang, namun selama mempertimbangkan keamanan Aktris atau Talent dan arah kreatif, pendekatan ini akan tetap dipertahankan. Karena bagi kami kenyamanan dan keamanan Aktris adalah prioritas tertinggi. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : Previous Next Tuesday, November 11, 2025

  • Miya - Obsesi Cinta Ibu di Ujung Kelam | Intidom Films

    Miya - Obsesi Cinta Ibu di Ujung Kelam Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Magda Yuan, Riham Aulia Aktris/Talent : Obsesi Cinta Ibu di Ujung Kelam Intidom Films kembali mempersembahkan film pendek bertajuk “Miya” , sebuah thriller psikologis yang mengupas sisi terdalam dari kebimbangan keibuan, obsesi, dan kehilangan. Dibintangi oleh Magda Yuan sebagai wanita yang terobsesi menjadi ibu, dan Riham Aulia sebagai gadis muda yang menjadi korban dari cinta ibu yang terdistorsi, film ini menyuguhkan ketegangan sunyi yang tak biasa, memperlihatkan bagaimana kasih sayang bisa berubah menjadi alat dominasi yang mengerikan. Film ini menampilkan seorang wanita kesepian yang merindukan identitas sebagai ibu yang sangat kesepian. Saat ia menemukan gadis muda yang tampak “sempurna” baginya, obsesi itu berkembang menjadi tindakan ekstrem. Gadis yang ia culik dipaksa menjalani hidup sebagai bayi, di bedong seperti bayi, diperlakukan seperti bayi, dan kehilangan seluruh identitas dirinya. Dengan latar yang terbatas, dialog yang sedikit, dan atmosfer yang sangat sunyi, “Miya” menghadirkan pengalaman sinematik yang memaksa penonton untuk merasakan bukan hanya menonton. Ketika cinta berubah bentuk, maka apa yang sebenarnya layak disebut “keibuan”? Mengapa Film Ini Layak Diperhatikan Pendekatan minimalis dan intim : Lokasi sederhana, dialog terbatas, banyak tatapan dan sunyi, menciptakan ketegangan yang bukan berasal dari jeritan atau aksi dramatis, tapi dari ruang batin yang tertekan. Tema yang jarang diangkat : Obsesi keibuan yang berubah menjadi dominasi dan kehilangan kendali, melampaui kisah konvensional antara ibu dan anak. Pengalaman emosional bagi penonton : Film ini mengajak kita menatap dua sisi sekaligus, korban dan pelaku, kasih sayang dan penguasaan, cinta dan ruang kosong yang ingin diisi. Film ini mengingatkan bahwa tidak semua cinta menenangkan , dan tidak semua keibuan adalah kasih. Kadang, cinta yang terlalu kuat bisa menelan manusia di dalamnya, meninggalkan hanya obsesi dan ketakutan. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/68ee2961bf5478154320b5b2/miya-kisah-obsesif-cinta-ibu-di-ujung-kelam https://medium.com/@intidomfilms/miya-the-obsessive-tale-of-a-mothers-love-at-the-edge-of-darkness-ef6ee37bab00 Previous Next Tuesday, October 21, 2025

  • Jangan Ambil Bonekaku..!! 3 - Demi Uang, Mereka Harus Merebut Anak Kecil dari Si Bungsu yang Obsesif | Intidom Films

    Jangan Ambil Bonekaku..!! 3 - Demi Uang, Mereka Harus Merebut Anak Kecil dari Si Bungsu yang Obsesif Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jelita Zahra, Magda Yuan, Jihaan Aziizah, Renata Ocha Aktris/Talent : Intidom Films kembali menghadirkan babak selanjutnya yang penuh tekanan emosional dari rangkaian kisah thriller psikologis ini. Episode ini meneruskan cerita dari Part 2, ketika konflik antara tiga kakak beradik semakin tak terkendali. Sinopsis Sang kakak pertama yang diperankan oleh Jelita Zahra , menerima sebuah telepon penting, pihak penadah yang telah menunggu kedatangan gadis kecil itu mengancam akan membatalkan perjanjian jika korban tidak segera dibawa ke tempat yang telah disepakati. Jika gagal, uang dalam jumlah besar akan lenyap begitu saja. Panik, sang kakak pertama segera melapor kepada kakak kedua yang diperankan oleh Magda Yuan . Saat itu, gadis kecil diperankan oleh Renata Ocha, yang seharusnya menjadi barang dagangan justru sedang bersama si bungsu, yang dengan polos dan sifat childish (Kekanak-kanakannya) memperlakukannya seperti boneka kesayangan. Dilema pun muncul. Si bungsu terlalu terikat secara emosional. Sementara waktu terus berjalan. Demi menyelamatkan transaksi gelap itu, sang kakak kedua, yang sebelumnya memilih diam dan membiarkan si bungsu tenggelam dalam dunianya sendiri, kini terpaksa ikut turun tangan. Ia mencoba membujuk si bungsu dengan kata-kata halus, bahwa gadis kecil itu harus ia lepaskan dan bahwa nanti ia akan mendapatkan yang lebih baik, lebih cantik, lebih sempurna. Tapi apakah si bungsu akan mempercayainya…? Dan apa yang akan dilakukan jika ia menolak? Konflik yang semula hanya berkisar pada transaksi gelap kini berubah menjadi perang emosi dalam rumah terpencil itu. Di satu sisi, ada keserakahan. Di sisi lain, ada obsesi kekanak-kanakan yang mengaburkan batas antara cinta, kepemilikan, dan kenyataan. Semua itu terpusat pada satu sosok: gadis kecil yang tak menyadari nasib kelam yang menantinya. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : Previous Next Tuesday, November 11, 2025

bottom of page