
PENCARIAN
Semua yang anda cari di Situs ini, ada disini
Menu :
Cari :
32 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Miya 2 — Ketika Naluri Keibuan Berubah Menjadi Kegilaan | Intidom Films
Miya 2 — Ketika Naluri Keibuan Berubah Menjadi Kegilaan Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Magda Yuan, Riham Aulia Aktris/Talent : Film pendek Thriller Psikologis yang berjudul Miya 2 membawa penonton ke dalam dunia yang lebih kelam setelah Miya part 1. Setelah penculikan, korban (Miya) yang diperankan oleh Riham Aulia, kini menghadapi kenyataan hidup bersama sosok wanita yang terobsesi menjadi ibu yang diperankan oleh Magda Yuan , dan menganggap Miya sebagai bayinya sendiri. Latar Cerita & Tema Di Miya 2 , penonton kembali disuguhi dinamika antara pelaku dan korban, namun dengan lapisan yang lebih tebal, yaitu dominasi, identitas yang tercabut, dan obsesi keibuan yang berubah menjadi penjara batin. Wanita yang terobsesi akan menjadi ibu tak lagi hanya “menginginkan” ia menuntut kepatuhan, dan setiap penolakan berujung kekerasan. Film ini memperluas narasi sebelumnya dengan menyorot bagaimana korban tidak hanya menderita, tetapi juga terjebak dalam sistem kendali yang tak terlihat. Dengan durasi sekitar 10 menit, Miya 2 tetap mengusung gaya Intidom Films, lokasi terbatas, intensitas emosional tinggi, dan ketegangan yang muncul dari psikologi manusia, bukan efek horor konvensional. Makna di Balik Cerita “Miya 2” bukan hanya tentang penculikan atau penderitaan. Film ini mengajak penonton untuk memahami kompleksitas manusia, bagaimana trauma masa lalu bisa menumbuhkan kasih yang salah arah, dan bagaimana cinta bisa bertransformasi menjadi bentuk kendali dan menjadi penjara. Apa yang Membuat Sekuel Ini Layak Ditonton Karena Miya 2 tidak sekadar mengulang formula: ia memperdalam konflik antara keinginan menjadi ibu dan dominasi terhadap tubuh & identitas orang lain. Karena film ini menampilkan kekerasan psikologis yang halus tetapi mematikan : penghilangan identitas, penguasaan, dan takdir yang terlarang. Karena Intidom Films sekali lagi membuktikan bahwa ketegangan tidak harus bergantung pada darah atau teriakan , tetapi bisa dihasilkan oleh tempat sunyi, pilihan kata sedikit, dan tekanan emosional yang mencekam. Miya 2 adalah bukti bahwa film pendek dapat menjadi medium yang efektif untuk mengeksplorasi trauma, obsesi, dan keinginan manusia yang terkendali. Dengan durasi yang singkat namun dampak yang panjang, film ini menuntut penonton untuk tidak hanya menonton, tetapi merasakan . Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/68ee2961bf5478154320b5b2/miya-kisah-obsesif-cinta-ibu-di-ujung-kelam https://medium.com/@intidomfilms/miya-2-when-motherly-love-turns-into-a-trap-b62805427ffa Previous Next Sunday, October 26, 2025
- Di Tengah Dua Saudari — Awal Dari Obsesi Baru Dua Wanita Psikopat | Intidom Films
Di Tengah Dua Saudari — Awal Dari Obsesi Baru Dua Wanita Psikopat Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Magda Yuan, Jelita Zahra, Jihaan Aziizah Aktris/Talent : Intidom Films kembali meluncurkan film pendek thriller psikologis terbaru berjudul Di Tengah Dua Saudari , dibintangi oleh Magda Yuan , Jelita Zahra , dan Jihaan Aziizah . Film ini menampilkan kisah yang penuh ketegangan emosional, konflik antara dua kakak beradik psikopat, dan munculnya korban baru di tengah amarah dan obsesi yang tak terkendali. Sinopsis Singkat Di Tengah Dua Saudari menceritakan tentang seorang gadis bernama Lana (diperankan oleh Jihaan Aziizah) yang sedang murung sendirian di sebuah taman yang sepi. Tanpa disadari, taman itu juga menjadi tempat dua kakak beradik psikopat, Nola (Magda Yuan) dan Ezra (Jelita Zahra), sedang bertengkar hebat. Keduanya berselisih karena korban obsesi mereka sebelumnya telah tewas akibat kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh sang kakak, Ezra. Nola, sang adik yang tidak ingin korbannya mati, marah besar dan menyalahkan kakaknya atas kegagalan mereka “mempertahankan” korban tersebut. Di tengah pertengkaran itu, pandangan mereka jatuh pada Lana, gadis polos yang terlihat rapuh dan sendirian. Bagi dua wanita berbahaya ini, Lana akan menjadi target baru, pengganti sempurna bagi korban lama mereka. Dari sinilah kisah obsesi baru dimulai. Gaya Cerita dan Produksi Film ini tetap menghadirkan gaya khas Intidom Films : Cerita padat dalam durasi singkat , namun penuh intensitas dan ketegangan psikologis. Lokasi sederhana namun sinematik , mengambil latar taman terbuka yang jarang digunakan dalam film-film Intidom sebelumnya. Konflik karakter yang kuat , menggambarkan dua sisi psikopat kakak-beradik, satu agresif dan kejam, satu lebih lembut namun sama berbahayanya. Mengapa Layak Ditonton Akting emosional dan intens dari Magda Yuan dan Jelita Zahra sebagai dua wanita psikopat yang saling bertolak belakang namun saling terikat oleh obsesi yang sama. Tema psikologis yang gelap dan unik , tentang kehilangan, kemarahan, dan pencarian pengganti dari korban obsesi yang hilang. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/6919392ac925c41f1f362cf2/di-tengah-dua-saudari-ketika-kakak-beradik-psikopat-mencari-mangsa-baru https://medium.com/@intidomfilms/the-old-victim-is-dead-two-psychopathic-sisters-begin-their-hunt-for-a-new-one-faf9173550aa Previous Next Sunday, November 2, 2025
- Profil | Intidom Films
🎬 Intidom Films adalah channel film pendek independen asal Indonesia yang berfokus pada genre thriller psikologis. Kami menghadirkan cerita penuh intimidasi, dominasi, dan obsesi, yang dikemas dalam film berdurasi singkat namun intens. Film-film kami dibuat dengan lokasi terbatas dan pemain minimalis, tetapi selalu menekankan pada suasana tegang, mencekam, dan emosional. PROFIL Disini adalah kumpulan-kumpulan berita tentang semua yang ada pada Intidom Films Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Tentang Intidom Films 🎬 Intidom Films adalah channel film pendek independen asal Indonesia yang berfokus pada genre thriller psikologis. Nama Intidom merupakan singkatan dari Intimidasi dan Dominasi, dua konsep yang menjadi fondasi utama dalam setiap karya kami. Kami menghadirkan cerita yang sarat dengan intimidasi, dominasi, dan obsesi, dikemas dalam film berdurasi singkat namun intens. Dengan lokasi yang terbatas dan pemain minimalis, setiap film kami menekankan pada suasana tegang, mencekam, dan emosional, menciptakan pengalaman menonton yang mendalam. Berbeda dari kebanyakan film thriller yang menyoroti penderitaan korban, Intidom Films justru mengajak penonton masuk ke dalam pikiran pelaku, menyingkap obsesi, logika, dan distorsi emosional yang membuat mereka merasa berhak mengendalikan orang lain. Setiap karya kami menelusuri sisi tergelap dari obsesi manusia. Kami menghadirkan dinamika antara pengendali dan yang dikendalikan, menghadirkan ketegangan yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dirasakan secara batin, di mana penonton seolah ikut mengalami bagaimana rasanya mengendalikan atau dikendalikan. 🔥Kesimpulan Kisah-kisah yang kami produksi berdiri di titik di mana logika mulai retak dan empati berubah bentuk. Kami tidak hanya bercerita tentang korban, tetapi lebih jauh tentang mereka yang menciptakan penderitaan, tentang bagaimana kasih dapat berubah menjadi kendali, dan perhatian menjadi penjara. Setiap film kami menelusuri batin seorang psikopat: kesepian mereka, imajinasi mereka, dan keinginan mereka untuk memiliki korban sepenuhnya. Kami tidak membenarkan mereka, kami mengamati mereka. Karena di balik setiap dominasi, selalu ada ketakutan akan kehilangan, dan di balik setiap intimidasi, terdapat kerinduan untuk dicintai. 🎯 Visi Intidom Films Menjadi rumah produksi film pendek thriller psikologis yang dikenal dengan karya orisinal, menegangkan, dan berkesan, serta mampu membawa genre thriller Indonesia ke kancah nasional dan internasional. Kami juga berkomitmen menjadi rumah produksi film yang dikenal karena perspektif uniknya, melihat dunia melalui mata psikopat. 🛠️ Misi Intidom Films Menciptakan karya film orisinal yang berfokus pada genre thriller psikologis, dengan tema intimidasi, dominasi, dan obsesi sebagai inti setiap cerita. Menggali dunia batin dan obsesi emosional pelaku, bukan sekadar penderitaan korban. Mengembangkan talenta lokal dengan memberikan kesempatan bagi aktris dan kru untuk menyelami karakter ekstrem secara mendalam. Menghadirkan pengalaman menonton yang intens melalui cerita minimalis, lokasi terbatas, namun penuh ketegangan. Mengangkat tema-tema psikologis yang relevan agar penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga berpikir dan merasakan.
- Mengapa Intidom Films Tidak Menampilkan Pemeran Pria? Ini Alasan Resmi di Baliknya | Intidom Films
Mengapa Intidom Films Tidak Menampilkan Pemeran Pria? Ini Alasan Resmi di Baliknya Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jihaan Aziizah, Magda Yuan, Jelita Zahra Aktris/Talent : Sebagai rumah produksi independen yang berfokus pada film pendek thriller psikologis, Intidom Films telah menarik perhatian publik karena karakteristik karyanya yang unik: semua pemerannya adalah perempuan. Para Aktris/Talent inti seperti Jelita Zahra , Magda Yuan , dan Jihaan Aziizah telah menjadi wajah utama di setiap proyek, sehingga penonton mulai merasa familiar dengan atmosfer yang dihadirkan, penuh intimidasi, dominasi, dan obsesi, namun tetap berfokus pada emosi dan kedalaman karakter. Ditambah lagi ada beberapa Aktris/Talent tambahan seperti Renata Ocha, Riham Aulia, Irma Serena, serta Kameliya Pebriana, yang semuanya adalah perempuan. Namun, seiring meningkatnya antusiasme penonton, muncul pertanyaan yang cukup sering ditanyakan: “Kenapa Intidom Films tidak menampilkan pemeran pria?” Bahkan, tak sedikit penonton yang menebak-nebak, hingga muncul anggapan bahwa para Aktris/Talent Intidom Films mungkin hanya menyukai sesama jenis/Lesbian. Tentu saja anggapan ini tidak benar . Sang produser, Eka Sona , memberikan penjelasan resmi: Ada alasan mendasar mengapa Intidom Films memilih tidak menghadirkan Aktor/Talent pria dalam film-filmnya. Berikut pemaparan lengkapnya. 1. Menghindari Risiko Cinta Lokasi (Cinlok) Salah satu pertimbangan terbesar adalah menjaga lingkungan kerja yang harmonis dan profesional untuk para Aktris/Talent. di dunia produksi film, cinta lokasi bukanlah hal baru. Seringkali, kedekatan antar pemeran selama proses syuting dapat menimbulkan rasa suka yang berkembang menjadi hubungan pribadi. Meski terlihat sepele, hal ini berpotensi menimbulkan banyak masalah serius dalam jangka panjang: Konflik personal yang terbawa ke lokasi syuting Kecanggungan saat hubungan berakhir Kecemburuan di antara pemain lain Gangguan fokus saat bekerja Ketidakharmonisan yang mempengaruhi kualitas produksi Contoh kasus yang umum terjadi di industri film: Dua pemeran utama terlibat hubungan pribadi. Saat hubungannya berjalan baik, suasana syuting terasa lancar. Namun ketika hubungan itu kandas, keduanya menjadi canggung saat harus beradegan bersama. Bahkan, ada yang menolak saling berinteraksi, sehingga mempengaruhi jadwal syuting, perubahan naskah mendadak, hingga membuat seluruh produksi terbengkalai. Dalam skala kecil seperti Intidom Films yang memiliki tim dan Aktris/Talent terbatas, situasi seperti ini dapat menjadi gangguan besar. Hubungan internal yang rusak bisa membuat performa dan komunikasi menurun drastis. Maka, demi menjaga kekompakan dan profesionalitas, Intidom Films memilih untuk tidak menghadirkan talent pria, guna meminimalisir risiko drama personal yang dapat mempengaruhi pekerjaan. 2. Demi Keamanan dan Kenyamanan Para Aktris / Talent Film-film produksi Intidom Films selalu menampilkan tema yang kuat dan intens. Adegan-adegan yang sering muncul seperti: Memeluk Merangkul Menggendong Bahkan, adegan berbaring bersama dalam konteks penyiksaan psikologis Semua adegan tersebut, meski tidak eksplisit secara seksual, tetap melibatkan kontak fisik yang cukup dekat . Ketika dilakukan antar sesama perempuan, sebagian besar pemain dapat merasa lebih nyaman karena suasana dan pendekatannya cenderung aman serta tidak menimbulkan rasa canggung yang tidak perlu. Namun, jika ada pemeran pria dalam skenario seperti ini, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi: Pemeran pria merasa “aji mumpung” karena bisa menyentuh talent perempuan Rasa tidak nyaman di pihak aktris Adanya potensi tindakan tidak pantas Penyalahgunaan peran demi keuntungan pribadi Terjadi batasan pribadi yang dilanggar Dalam kondisi tertentu, bisa saja seorang aktor pria merasa “diuntungkan” oleh adegan fisik tersebut. Meski belum tentu terjadi, risiko ini tetap ada dan menjadi perhatian serius pihak produksi. Intidom Films menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan para Aktris/Talent adalah prioritas utama. Dengan hanya menghadirkan perempuan sebagai pemeran, para Aktris dapat bermain dengan lebih bebas, aman, dan profesional tanpa khawatir akan adanya tindakan mencurigakan atau perilaku yang melampaui batas. Prioritas Utama: Lingkungan Kerja yang Sehat Dengan Tim dan Aktris/Talent yang semuanya perempuan, Intidom Films mampu menjaga: Lingkungan kerja yang kondusif Proses kreatif yang fokus Suasana produksi yang aman Komunikasi yang lebih terbuka Kenyamanan antar pemain Hasilnya, setiap aktris dapat memainkan emosinya dengan lepas, tanpa rasa tertekan atau khawatir akan sesuatu yang tidak diinginkan. Produksi pun berjalan lebih efisien dan harmonis. Bukan Masalah Preferensi Seksual Sangat penting untuk diluruskan: Keputusan ini bukan karena para pemain Intidom Films menyukai sesama jenis , seperti yang sering dispekulasikan. Intidom Films memilih jalur produksi seperti ini semata-mata demi: Kepentingan profesional Keamanan Konsistensi tema Efisiensi kerja Kelancaran produksi Bukan karena alasan preferensi atau orientasi seksual. Ciri Khas yang Ingin Dipertahankan Selain alasan-alasan di atas, pemilihan semua pemeran perempuan juga menjadi identitas kuat Intidom Films . Hal ini menciptakan: Atmosfer unik Narasi psikologis yang lebih dalam Kedekatan emosi antar karakter Sentuhan artistik yang berbeda dari film thriller lainnya Karya-karya Intidom Films ingin menonjolkan bagaimana hubungan antar perempuan dapat menjadi sangat kompleks, intens, dan penuh dinamika, tanpa perlu melibatkan laki-laki sebagai pemicu konflik. Dan sampai saat ini, pendekatan tersebut berhasil memikat banyak penonton. KESIMPULAN Keputusan Intidom Films untuk tidak menampilkan pemeran pria dilakukan bukan tanpa alasan. Ada pertimbangan yang jelas dan diperhitungkan: Menghindari cinta lokasi yang bisa merusak hubungan internal Menjaga kenyamanan dan keamanan Aktris, terutama dalam adegan kontak fisik Mempertahankan atmosfer dan gaya khas Intidom Films Semua ini dilakukan demi menciptakan ruang berkarya yang aman, profesional, dan penuh fokus bagi tim serta para talent. Intidom Films tetap terbuka untuk berkembang, namun selama mempertimbangkan keamanan Aktris atau Talent dan arah kreatif, pendekatan ini akan tetap dipertahankan. Karena bagi kami kenyamanan dan keamanan Aktris adalah prioritas tertinggi. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : Previous Next Tuesday, November 11, 2025
- Miya - Obsesi Cinta Ibu di Ujung Kelam | Intidom Films
Miya - Obsesi Cinta Ibu di Ujung Kelam Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Magda Yuan, Riham Aulia Aktris/Talent : Obsesi Cinta Ibu di Ujung Kelam Intidom Films kembali mempersembahkan film pendek bertajuk “Miya” , sebuah thriller psikologis yang mengupas sisi terdalam dari kebimbangan keibuan, obsesi, dan kehilangan. Dibintangi oleh Magda Yuan sebagai wanita yang terobsesi menjadi ibu, dan Riham Aulia sebagai gadis muda yang menjadi korban dari cinta ibu yang terdistorsi, film ini menyuguhkan ketegangan sunyi yang tak biasa, memperlihatkan bagaimana kasih sayang bisa berubah menjadi alat dominasi yang mengerikan. Film ini menampilkan seorang wanita kesepian yang merindukan identitas sebagai ibu yang sangat kesepian. Saat ia menemukan gadis muda yang tampak “sempurna” baginya, obsesi itu berkembang menjadi tindakan ekstrem. Gadis yang ia culik dipaksa menjalani hidup sebagai bayi, di bedong seperti bayi, diperlakukan seperti bayi, dan kehilangan seluruh identitas dirinya. Dengan latar yang terbatas, dialog yang sedikit, dan atmosfer yang sangat sunyi, “Miya” menghadirkan pengalaman sinematik yang memaksa penonton untuk merasakan bukan hanya menonton. Ketika cinta berubah bentuk, maka apa yang sebenarnya layak disebut “keibuan”? Mengapa Film Ini Layak Diperhatikan Pendekatan minimalis dan intim : Lokasi sederhana, dialog terbatas, banyak tatapan dan sunyi, menciptakan ketegangan yang bukan berasal dari jeritan atau aksi dramatis, tapi dari ruang batin yang tertekan. Tema yang jarang diangkat : Obsesi keibuan yang berubah menjadi dominasi dan kehilangan kendali, melampaui kisah konvensional antara ibu dan anak. Pengalaman emosional bagi penonton : Film ini mengajak kita menatap dua sisi sekaligus, korban dan pelaku, kasih sayang dan penguasaan, cinta dan ruang kosong yang ingin diisi. Film ini mengingatkan bahwa tidak semua cinta menenangkan , dan tidak semua keibuan adalah kasih. Kadang, cinta yang terlalu kuat bisa menelan manusia di dalamnya, meninggalkan hanya obsesi dan ketakutan. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/68ee2961bf5478154320b5b2/miya-kisah-obsesif-cinta-ibu-di-ujung-kelam https://medium.com/@intidomfilms/miya-the-obsessive-tale-of-a-mothers-love-at-the-edge-of-darkness-ef6ee37bab00 Previous Next Tuesday, October 21, 2025
- Jangan Ambil Bonekaku..!! 3 - Demi Uang, Mereka Harus Merebut Anak Kecil dari Si Bungsu yang Obsesif | Intidom Films
Jangan Ambil Bonekaku..!! 3 - Demi Uang, Mereka Harus Merebut Anak Kecil dari Si Bungsu yang Obsesif Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jelita Zahra, Magda Yuan, Jihaan Aziizah, Renata Ocha Aktris/Talent : Intidom Films kembali menghadirkan babak selanjutnya yang penuh tekanan emosional dari rangkaian kisah thriller psikologis ini. Episode ini meneruskan cerita dari Part 2, ketika konflik antara tiga kakak beradik semakin tak terkendali. Sinopsis Sang kakak pertama yang diperankan oleh Jelita Zahra , menerima sebuah telepon penting, pihak penadah yang telah menunggu kedatangan gadis kecil itu mengancam akan membatalkan perjanjian jika korban tidak segera dibawa ke tempat yang telah disepakati. Jika gagal, uang dalam jumlah besar akan lenyap begitu saja. Panik, sang kakak pertama segera melapor kepada kakak kedua yang diperankan oleh Magda Yuan . Saat itu, gadis kecil diperankan oleh Renata Ocha, yang seharusnya menjadi barang dagangan justru sedang bersama si bungsu, yang dengan polos dan sifat childish (Kekanak-kanakannya) memperlakukannya seperti boneka kesayangan. Dilema pun muncul. Si bungsu terlalu terikat secara emosional. Sementara waktu terus berjalan. Demi menyelamatkan transaksi gelap itu, sang kakak kedua, yang sebelumnya memilih diam dan membiarkan si bungsu tenggelam dalam dunianya sendiri, kini terpaksa ikut turun tangan. Ia mencoba membujuk si bungsu dengan kata-kata halus, bahwa gadis kecil itu harus ia lepaskan dan bahwa nanti ia akan mendapatkan yang lebih baik, lebih cantik, lebih sempurna. Tapi apakah si bungsu akan mempercayainya…? Dan apa yang akan dilakukan jika ia menolak? Konflik yang semula hanya berkisar pada transaksi gelap kini berubah menjadi perang emosi dalam rumah terpencil itu. Di satu sisi, ada keserakahan. Di sisi lain, ada obsesi kekanak-kanakan yang mengaburkan batas antara cinta, kepemilikan, dan kenyataan. Semua itu terpusat pada satu sosok: gadis kecil yang tak menyadari nasib kelam yang menantinya. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : Previous Next Tuesday, November 11, 2025
- Jangan Ambil Bonekaku..!! 2 - Rencana Jahat yang Berantakan | Intidom Films
Jangan Ambil Bonekaku..!! 2 - Rencana Jahat yang Berantakan Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jelita Zahra, Magda Yuan, Jihaan Aziizah, Renata Ocha Aktris/Talent : Intidom Films kembali menghadirkan kelanjutan dari thriller psikologisnya,“Jangan Ambil Bonekaku!! Part 2.” Film ini meneruskan dari kisah sebelumnya, di mana rencana jahat kakak beradik mengancam keselamatan seorang anak kecil tak berdosa. Sinopsis Singkat Dua kakak beradik, sang sulung dan anak tengah, melakukan tindakan penculikan anak, mereka menculik seorang gadis kecil untuk dijual kepada jaringan perdagangan manusia, berharap dapat meraup keuntungan besar. Namun semua rencana runtuh ketika adik bungsu mendapati gadis kecil itu di rumah, lalu mengira bahwa ia adalah kado ulang tahunnya. Kejadian tak terduga ini menimbulkan ketegangan baru. Sang adik bungsu menaruh kasih sayang yang begitu besar pada gadis itu, menganggapnya seperti boneka hidup yang sangat ia cintai. Sementara kakak tertua berusaha merebut kembali “barang dagangan” tersebut agar rencana awal tetap berjalan. Tapi anak tengah mencoba menghentikannya. Bukan karena iba… melainkan takut adik bungsu akan hancur jika tahu kebenaran yang sebenarnya. Tekanan dan Obsesi Dalam Part 2 ini, dinamika tiga bersaudara semakin terungkap: Sang sulung , dingin dan ambisius, rela melakukan apa pun demi uang. Anak tengah , ragu-ragu namun terjebak, berjuang menahan kehancuran. Si bungsu , sifat Childish namun obsesif, tidak siap kehilangan “hadiah”-nya. Di tengah situasi mengerikan itu, sang gadis kecil tak berdaya, hanya berharap ada keajaiban yang menyelamatkannya. Kenapa Wajib Di Tonton ✅ Kelanjutan cerita yang semakin aneh ✅ Konflik keluarga yang penuh intrik dan manipulasi ✅ Ketegangan intens dalam ruang terbatas ✅ Emosi yang tajam dan tak terduga ✅ Pertarungan batin antara cinta dan kejahatan Part 2 menggali lebih dalam sisi psikologis para tokoh, memperlihatkan betapa tipis batas antara kasih dan obsesi, antara perlindungan dan kekejaman. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/6944762ded6415628e2e8fb2/jangan-ambil-bonekaku-2-rencana-jahat-yang-berantakan Previous Next Monday, November 10, 2025
- Memiliki Viola 2 - Ketenangan yang Hanya Sementara | Intidom Films
Memiliki Viola 2 - Ketenangan yang Hanya Sementara Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Magda Yuan, Jihaan Aziizah Aktris/Talent : Setelah sukses dengan film pendek Memiliki Viola , rumah produksi Intidom Films kembali menghadirkan kelanjutan kisahnya lewat Memiliki Viola 2 , sebuah film thriller psikologis yang penuh ketegangan dan kejutan tak terduga. Film ini dibintangi oleh Magda Yuan sebagai Elva, dan Jihaan Aziizah sebagai Viola, dua karakter utama yang kisahnya terus berlanjut, hanya saja di Part 2 ini dikemas menjadi lebih santai. Sinopsis Setelah satu tahun mengurung dan memperlakukan Viola seperti kucing peliharaannya, Elva akhirnya mengabulkan permintaan Viola untuk keluar dari rumah. Mereka pergi ke tempat sepi, sebuah langkah kecil yang bagi Viola terasa seperti kebebasan besar setelah lama dikurung. Untuk pertama kalinya setelah setahun, Viola tampak tersenyum. Elva bahkan berjanji akan membawanya ke tempat yang lebih indah minggu depan, asal Viola tidak mencoba melarikan diri. Hubungan keduanya tampak membaik, Viola sudah terlihat jinak, sementara Elva semakin menunjukkan sisi lembutnya. Namun ketika semua terlihat baik-baik saja, kejadian tak terduga terjadi. Seseorang yang tidak sempat terlihat menyerang Elva dari belakang... dan menculik Viola dari Elva. Kini, cerita berubah arah, bukan lagi tentang siapa yang memenjarakan siapa, tetapi tentang siapa yang benar-benar memiliki Viola. Fakta Produksi “Memiliki Viola 2 ” menjadi film pertama dari Intidom Films yang seluruh lokasi syutingnya dilakukan di tempat terbuka. Langkah ini menjadi pembeda dari film-film sebelumnya yang selalu mengambil lokasi di dalam ruangan terbatas, sebuah ciri khas produksi Intidom Films selama ini. Dengan memanfaatkan suasana alam terbuka yang tenang namun menyimpan ketegangan terselubung, film ini menghadirkan atmosfer baru yang memperkuat rasa misteri dan kebebasan semu yang dialami oleh Viola. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/69157e8fed641506b23b43a3/memiliki-viola-2-ketenangan-yang-hanya-sementara https://medium.com/@intidomfilms/memiliki-viola-2-when-freedom-becomes-an-illusion-407bd756a74e Previous Next Tuesday, October 28, 2025
- Memiliki Viola 7 - Aku Akan Jadi Bayimu, Asal Kau Berhenti Menyakitiku | Intidom Films
Memiliki Viola 7 - Aku Akan Jadi Bayimu, Asal Kau Berhenti Menyakitiku Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jelita Zahra, Jihaan Aziizah, Magda Yuan Aktris/Talent : Intidom Films kembali menghadirkan kisah mencekam melalui lanjutan cerita thriller psikologis “Memiliki Viola 7”. Film pendek ini kembali dibintangi tiga talenta utama Intidom Films: Jelita Zahra sebagai Talia Jihaan Aziizah sebagai Viola Magda Yuan sebagai Elva Dalam babak terbaru ini, penonton diajak masuk lebih dalam ke dunia kelam yang dibangun oleh obsesi, dominasi, dan perebutan kendali antara dua psikopat wanita yang terobsesi pada satu gadis yang sama: Viola. Viola Dipaksa Menjadi “Bayi” di Tangan Talia Bagian cerita terbaru dibuka dengan menampilkan kondisi Viola yang semakin memburuk di tangan Talia. Setelah berhasil menculik Viola, Talia membangun dunianya sendiri, sebuah fantasi kelam di mana Viola dipaksa hidup sebagai “bayi”, lengkap dengan aturan ketat yang tidak boleh dilanggar. Tidak ada suara. Tidak ada pembelaan diri. Tidak ada kemerdekaan gerak. Semua harus sesuai dengan imajinasi Talia, imajinasi yang semakin hari semakin tak terkendali. Bahkan cara Viola menangis pun menjadi ukuran bagi Talia untuk menentukan apakah Viola “baik” atau “nakal”. Kesalahan sekecil apa pun dapat menjadi alasan bagi Talia untuk melakukan kekerasan. Sumber internal produksi menggambarkan Talia sebagai “wanita yang memadukan kasih sayang dan amarah dalam satu wajah,” dan Jelita Zahra berhasil menampilkan karakter tersebut dengan performa yang dingin, intens, dan tak tertebak. Viola Berani Bersuara untuk Pertama Kalinya Di tengah teror yang tak kunjung berhenti, Viola akhirnya memberanikan diri untuk berbicara, sebuah tindakan yang sangat berisiko bagi keselamatannya. Dengan suara bergetar, Viola memohon kepada Talia, agar Talia berhenti memukulnya, dan bila benar-benar ingin menjadikannya “bayi”, maka perlakukanlah ia seperti bayi sungguhan, bukan objek hukuman. Viola berjanji akan menjadi bayi seperti yang diinginkan Talia, asalkan tidak lagi disakiti. Talia terkejut oleh keberanian tersebut, namun mulai melunak. Hari demi hari, Viola berusaha menyesuaikan diri, bertingkah jinak, patuh, dan melakukan semua hal yang Talia inginkan. Untuk sesaat, situasi tampak stabil, seolah hubungan obsesif itu menemukan “ritme” yang baru. Kejutan Besar: Elva Kembali dan Menculik Viola Namun ketenangan itu tidak bertahan lama. Saat Talia mulai merasa bahwa Viola benar-benar “menjadi bayi miliknya”, kejadian tak terduga menghancurkan semuanya. Elva kembali muncul. Dengan cara cepat dan kejam, Elva menculik Viola sekali lagi, merebutnya dari tangan Talia tanpa peringatan. Kedatangan Elva membuka kembali luka lama dan konflik besar antara dua psikopat wanita yang sama-sama menginginkan Viola sebagai “milik pribadi”. Kini, Talia dan Elva kembali berada di jalur benturan, dua obsesi, dua dunia gelap, dan satu korban yang terus berusaha bertahan. Film Pendek Thriller Psikologis yang Kian Intens Melalui babak terbaru ini, Intidom Films kembali menunjukkan ciri khasnya: lokasi minimalis, tensi maksimal , akting intens dari para pemeran, dan atmosfer mencekam yang menjadi identitas Intidom Films. Harmoni Gelap: Chemistry Pemain Yang Semakin Kuat Tiga aktris Intidom Films kembali memperlihatkan kemampuan akting yang matang: • Jelita Zahra (Talia) Membawa intensitas yang menakutkan namun sekaligus emosional. Raut wajah dan gestur tubuhnya menghidupkan sosok psikopat yang sulit ditebak. • Jihaan Aziizah (Viola) Memberikan performa fisik yang menguras energi dan emosional, tunduk, rapuh, namun tetap punya momen keberanian yang menyentuh. • Magda Yuan (Elva) Kehadirannya kembali memberikan nuansa misterius yang kuat. Elva adalah badai yang selalu datang tanpa tanda, tetapi dampaknya menghancurkan. Ketiga aktris ini berhasil membawa cerita ke level psikologis yang semakin dalam, menunjukkan bahwa Intidom Films bukan hanya bermain pada shock value, tetapi juga pada pembangunan karakter yang rumit. Membuat “Memiliki Viola” terus berkembang menjadi salah satu proyek paling gelap, paling emosional, dan paling menegangkan dari Intidom Films. Membuka Pintu Untuk Konflik Yang Lebih Besar Dengan berakhirnya babak ini, penonton kini menantikan lanjutan kisah Talia dan Elva, dua psikopat yang saling berebut kendali atas hidup Viola. Babak berikutnya dipastikan akan menghadirkan konflik yang jauh lebih eksplosif, penuh konfrontasi, manipulasi, dan ketegangan psikologis yang bisa membuat penonton sulit bernapas. “Memiliki Viola” bukan lagi sekadar cerita thriller; ia telah berkembang menjadi studi obsesi, bagaimana dua perempuan dengan latar emosi yang rusak menginginkan kendali penuh atas satu korban yang tak berdaya. Intidom Films kembali membuktikan kemampuannya menghadirkan film pendek yang intens, berani, dan meninggalkan kesan kuat. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : Previous Next Tuesday, December 2, 2025
- Di Tengah Dua Saudari 2 — Kedok Perkenalan Berujung Penyiksaan Psikologis | Intidom Films
Di Tengah Dua Saudari 2 — Kedok Perkenalan Berujung Penyiksaan Psikologis Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jelita Zahra, Magda Yuan, Jihaan Aziizah Aktris/Talent : Intidom Films kembali dengan kelanjutan menegangkan dari kisah thriller psikologisnya melalui film Di Tengah Dua Saudari 2 . Masih dibintangi oleh Magda Yuan , Jelita Zahra , dan Jihaan Aziizah , film ini meneruskan kisah kelam dua kakak beradik psikopat yang kini menemukan korban baru dalam jebakan obsesinya. Sinopsis Kisah ini melanjutkan peristiwa dari film sebelumnya. Setelah insiden di taman, Nola (diperankan oleh Magda Yuan) dan Ezra (diperankan oleh Jelita Zahra) berhasil merayu Lana (diperankan oleh Jihaan Aziizah) untuk datang berkunjung ke rumah mereka. Awalnya, semua tampak biasa saja. Lana dengan polosnya mulai membuka diri dan curhat tentang kehidupannya bersama sang ibu, sebuah momen tenang yang memperlihatkan sisi lembut Nola dan Ezra. Namun, ketenangan itu hanyalah topeng yang telah direncanakan dari obsesi berbahaya yang perlahan muncul di antara dua saudari tersebut. Ketika waktu pulang tiba, Lana justru di tangkap oleh mereka. Nola dan Ezra sepakat, meski dengan cara pandang yang berbeda, tetapi dalam pikiran mereka bahwa Lana terlalu berharga untuk dilepaskan. Lana bukan lagi tamu, melainkan “mainan” baru dalam dunia obsesif mereka yang kelam dan menyesakkan. Gaya Cerita dan Produksi Di Tengah Dua Saudari 2 mempertahankan gaya khas Intidom Films dengan sentuhan psikologis yang kuat dan penceritaan yang minimalis: Konflik karakter yang dalam , memperlihatkan dinamika kakak beradik yang penuh obsesi. Lokasi syuting di ruang tertutup , menghadirkan suasana klaustrofobik yang mencerminkan perasaan terperangkap sang korban. Dialog yang tenang namun berlapis makna , membuat setiap percakapan terasa seperti perang batin tersembunyi. Sinematografi yang intim dan mencekam , menyoroti perubahan emosi karakter dari kelembutan menjadi kegelapan. Mengapa Film Ini Layak Ditonton Kisah psikologis yang terus berkembang, menelusuri sisi manipulatif dua wanita psikopat yang bersembunyi di balik wajah manis. Aktor dengan karakter kuat, Magda Yuan dan Jelita Zahra menampilkan chemistry yang intens, sementara Jihaan Aziizah membawa kepolosan yang tragis. Ketegangan perlahan meningkat , dari suasana hangat menjadi pengekangan emosional yang menyesakkan. Cerminan relasi beracun, menunjukkan bagaimana kontrol dan cinta bisa berubah menjadi bentuk kekerasan psikologis paling ekstrem. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/691b940ced64154aad31dec2/di-tengah-dua-saudari-2-perkenalan-manis-yang-berujung-mimpi-buruk https://medium.com/@intidomfilms/di-tengah-dua-saudari-2-when-kindness-becomes-a-mask-for-emotional-hunger-76233ba4dcbe Previous Next Sunday, November 2, 2025
- Jihaan Aziizah | Intidom Films
Jihaan Najlaa Aziizah, (lahir di Balikpapan, 19 Januari 2008) adalah Aktris/Talent muda asal Indonesia yang dikenal melalui penampilannya di berbagai film pendek produksi Intidom Films. Tidak seperti Jelita Zahra dan Magda Yuan yang telah debut sejak film pertama kanal tersebut, Jihaan baru bergabung sebagai pendatang baru pada film kedelapan Intidom Films yang berjudul Memiliki Viola. AKTRIS / TALENT Disini adalah Biography Aktris/Talent Intidom Films Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jihaan Aziizah Jihaan Najlaa Aziizah , (lahir di Balikpapan, 19 Januari 2008) adalah Aktris/Talent muda asal Indonesia yang dikenal melalui penampilannya di berbagai film pendek produksi Intidom Films. Tidak seperti Jelita Zahra dan Magda Yuan yang telah debut sejak film pertama kanal tersebut, Jihaan baru bergabung sebagai pendatang baru pada film kedelapan Intidom Films yang berjudul Memiliki Viola. Karier Jihaan memulai debut aktingnya pada tahun 2025 saat perilisan Memiliki Viola dan sejak itu kerap dipercaya lebih sering memerankan karakter yang menjadi korban dalam film-film bergenre thriller di Intidom Films. Meski begitu, Jihaan juga terkadang menunjukkan kemampuannya dengan mengambil peran berbeda, yaitu sebagai gadis psikopat dengan karakter yang Childish (kekanak-kanakan), memberikan warna unik pada film-film yang dibintanginya. Gaya Acting Ciri khas akting Jihaan Aziizah antara lain: Mampu mengekspresikan karakter korban dengan kuat, menghadirkan empati penonton. Sesekali memerankan karakter psikopat yang childish dengan nuansa polos namun mengganggu. Fleksibel dalam mengeksplorasi peran di film pendek bergenre thriller. Snapshot Profil Lain: Jelita Zahra Magda Yuan
- Di Tengah Dua Saudari 3 - Antara Kedekatan dan Penguasaan | Intidom Films
Di Tengah Dua Saudari 3 - Antara Kedekatan dan Penguasaan Menu : HOME Berita Filmography Profil Aktris/Talent Jelita Zahra Magda Yuan Jihaan Aziizah Producer Pencarian Berita Jelita Zahra, Magda Yuan, Jihaan Aziizah Aktris/Talent : Setelah sempat ditarik dari peredaran karena pelanggaran kebijakan YouTube, film pendek “Di Tengah Dua Saudari 3” akhirnya tayang kembali dalam versi revisi pada 21 Oktober 2025 . Film produksi Intidom Films ini sebenarnya telah dirilis pertama kali pada 10 September 2025 , namun harus melalui proses revisi untuk memastikan seluruh kontennya tetap sesuai dengan pedoman platform tanpa mengurangi esensi ceritanya yang intens dan menegangkan. Disutradarai oleh Eka Sona , film ini melanjutkan kisah dari dua saudari psikopat yang kembali menghadapi konflik batin dan obsesi mereka terhadap sang korban. Dengan atmosfer dan dialog penuh tekanan psikologis, serta lokasi minimalis khas Intidom Films, “Di Tengah Dua Saudari 3” menghadirkan ketegangan yang semakin matang dibanding dua bagian sebelumnya. Kisahnya memperlihatkan dinamika antara dua saudari yang saling bertentangan dalam cara mereka memperlakukan korban, menciptakan ketegangan emosional yang kuat antara dominasi dan rasa memiliki. Nuansa ini menjadi ciri khas utama dari film-film Intidom Films, menghadirkan psikodrama dengan sentuhan thriller yang intens namun tetap artistik. Film ini dibintangi oleh Magda Yuan , Jelita Zahra , dan Jihaan Aziizah , tiga aktris utama Intidom Films yang kembali memperlihatkan performa akting mendalam dan ekspresif. Kolaborasi mereka menciptakan suasana claustrophobic yang menggambarkan tekanan psikologis dengan sangat kuat, meskipun dalam ruang dan dialog yang terbatas. Versi revisi ini merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya, dengan pengeditan yang lebih halus, pacing yang lebih seimbang, serta beberapa penyesuaian adegan untuk menjaga intensitas tanpa melanggar aturan platform. Sinopsis Malam pertama Lana di kamar itu tidak pernah ia bayangkan. Ia harus tidur bersama Nola dan Erza dalam suasana yang penuh ketidakpastian. Saat pagi tiba, kedua wanita itu mengajaknya menjalani sebuah kebiasaan unik, serangkaian kalimat khusus yang harus diucapkan berulang sebagai bentuk kedekatan. Seiring waktu, Lana mulai menyadari bahwa kehidupannya kini berada di bawah pengaruh dua sosok yang menganggapnya bagian dari dunia mereka sendiri. Perlahan, batas antara kedekatan dan penguasaan mulai memudar, membuat Lana terjebak dalam dinamika yang tak mudah dilepaskan. Mengapa Layak Ditonton? Intensitas Psikologis yang Kuat Film ini menampilkan hubungan emosional penuh tekanan yang membuat penonton terus bertanya-tanya apa yang akan terjadi berikutnya. Lokasi Minimalis, Atmosfer Maksimal Keterbatasan ruang justru memperkuat rasa terkurung dan ketegangan yang dibangun sepanjang cerita. Adu Akting yang Dinamis Tiga pemeran utama, Magda Yuan, Jelita Zahra, dan Jihaan Aziizah, menampilkan chemistry yang kuat sekaligus konfrontatif. Tema Kedekatan yang Gelap Menjelajahi sisi gelap ikatan manusia, di mana cinta dapat berubah menjadi kontrol, dan kepercayaan dapat menjadi senjata. Sumber Film : IMDB : TMDB : Multi Referensi : https://www.kompasiana.com/intidomfilms3758/691e62bbc925c450d634a402/di-tengah-dua-saudari-3-antara-kedekatan-dan-penguasaan https://medium.com/@intidomfilms/di-tengah-dua-saudari-3-when-closeness-turns-into-control-c62a150e4cf8 Previous Next Tuesday, November 4, 2025











